Klik disini untuk DOWNLOAD
BAB I
Pendahuluan
A. Latar belakang
Sejarah
merupakan sarana untuk mawas diri dan introspeksi diri bagi yang
mempelajarinya.Sebagai rahmat bagi seluruh alam.Oleh sebab itu, mengambarkan
kembali sejarah Islam beserta kebudayaannya yang pernah dibangun pada masa
lalu.Untuk menyikapi hal tersebut maka dibentuklah mata pelajaran Sejarah
Kebudayaan Islam yang khusus mempelajari sejarah-sejarah Islam dari mulai awal
penyebaran Islam hingga sampai puncak perkembangannya. Dengan mempelajarinya,
diharapkan dapat mengambil hikmah sehingga menjadi generasi islamyang
berkualitas untuk membangun kejayaan Islam di masa yang akan datang.
Ketentraman dan stabilitas
negara memberi kesempatan kepada kepada gerakan Bani Abbasiyah untuk menyusun
dan merencanakan kegiatannya secara diam-diam di al-Humayyah. Salah satu
propagandis yang terkenal dari gerakan Bani Abbas ini adalah Abu Muslim
al-Khurasani.
B. Rumusan maslah
·
Bagaimana Sejarah Berdirinya Daulah Abbasiyah.
·
Mendeskripsikan perkembangan kebudayaan/peradaban pada
Dinasti Abbasiyah
·
Mengidentifikasi tokoh ilmuwan muslim dan perannya dalam
kemajuan kebudayaan/peradaban islam pada masa Dinasti Abbasiyyah
·
Adakah
Ibrah dari perkembangan kebudayaan/peradaban islam pada masa ini dan yang akan
datang
·
Bgaimana meneladaniketekunan dan kegigihan Bani Abbasiyah
BAB II
Pembahasan
A. Menceritakan Sejarah Berdirinya Daulah
Abbasiyah.
Kekhalifaan Dinasti
Abbasiyah merupakan kelanjutan dari Dinasti Umayyah, di mana pendirinya Abu
Abbas al-Saffah bin Muhammad al-Abbasi. Kekuasaanya menggantikan dinasti
umayyah dimulai dari persiapan yang matang oleh keturunan Abbas. Adapun
usahanya melalui 2 tahap yaitu gerakan secara sembunyi-sembunyi dalam bentuk
gerakan propaganda dan gerakan secara terang-terangan dalam bentuk peperangan
untuk menumbangkan dinasti umayyah.
1.
Gerakan secara
sembunyi-sembunyi.
Tokoh yang menggagas
gerakan ini adalah Ali bin Abdullah bin Abbas yang menentukan gerakan
propaganda dengan atas nama orang yang terpilih dari keluarga Nabi Muhammad
SAW. Gerakan propaganda ini dalam bentuk kampanye yang meminta dukungan
masyarakat agar membantu keluarga Nabi Muhammad SAW untuk mengembalikan
kekuasaan pemerintahan kepada kelurga Bani Hasyim. Gerakan ini dilakukan secara
sembunyi-sembunyi sehingga disebut juga gerakan bawah tanah. Pencetusnya adalah
Ali bin Abdullah bin Abbas. Dia kemudian digantikan oleh anaknya Muhammad Ali.
Dalam gerakannya mereka mengirim para dai ke penjuru wilayah islam dengan
menyamar sebagai pedagang atau jama’ah haji.
Gerakan ini muncul
ketika Umar bin Abdul Aziz berkuasa (717-720) dan memimpin dengan adil.
Ketentraman dan stabilitas negara memberi kesempatan kepada kepada gerakan Bani
Abbasiyah untuk menyusun dan merencanakan kegiatannya secara diam-diam di
al-Humayyah. Salah satu propagandis yang terkenal dari gerakan Bani Abbas ini
adalah Abu Muslim al-Khurasani.
Dalam propagandanya
Bani Abbas menerapkan strategi yang
matang antara lain:
a)
Dalam gerakan propagandanya
tidak menonjolkan nama bani Abbas, tetapi menggunakan nama ganti Hasyim . hal
ini bertujuan untuk menghindari terjadinya perpecahan antar mereka dengan
kelompok Syiah. Strategi ini berhasil memadukan kekuatan bani Abbas dan
kelompok Syiah.
b)
Mengirimkan 12 orang
propagandis terkenal yang tersebar di berbagai daerah, seperti:
Khurasan,Kufah,Irak,Mekkah, dan beberapa tempat strategi lainnya dengan membawa
isu keadilan.
c)
Menerapkan politik bersahabat
artinya gerakan bani Abbas tidak menunjukkan sikap permusuhan dengan Dinasti Umayyah.
d)
Menetapakn wilayah Khurasan
sebagai pusat kegiatan politik gerakan bani Abbas yang dipimpin oleh Abu Muslim
al-Khurasan.
2.
Gerakan secara
terang-terangan.
Keberhasilan gerakan propaganda bani Abbas mencari dukungan dari
umat islam berhasil menarik dukungan dari kelompok-kelompok yang selam ini
dirugikan oleh Dinasti Umayyah. Pada masa Khalifah Marwan II , sebab-sebab yang
melemahkan Dinasti Umyyah sulit dipecahkan. Maka, sekitar awal abad ke-8 (720
M) gerakan bani Abbas berusaha mengkonsolidasi kelompok-kelompok yang kecewa
terhadap Dinasti Umayyah atas nama Bani Hasyim dalam sebuah gerakan perlawanan
secara fisik (peperangan) untuk meruntuhkan Dinasti Umayyah. Kelompok –kelompok
itu adalah :
a)
Kelompok muslim
non-Arab(Mawali)
b)
Kelompok
Khawarij dan Syi’ah
c)
Kelompok muslim
Arab di Mekkah
d)
Kelompok Muslim
yang saleh
Kelompok-kelompok tersebut membentuk suatu kekuatan gabungan yang
dikoordinasi oleh Muhammad bin Ali keturunan Abbas. Muhammad meninggal pada
tahun 743 M dan digantikan oleh anaknya, Ibrahim al-Imam.Ia menunjuk seorang
tokoh khurasan sebagai panglima perangnya, yaitu Abu Muslim al- Khurasani.
Ibrahim al-Imam mendorong Abu Muslim al-Khurasani untuk merebut Khurasan dan
menyingkirkan orang-orang arab yang mendukung
Dinasti Umayyah pada tahun 747 M. rencana ini diketahui oleh penguasa
Dinasti Umayyah. Ibrahim al-Imam ditangkap dan dihukum mati oleh khalifah
Marwan II.
Kepemimpinan gerakan dakwa bani Abbasiyah kemudian dipegang oleh
saudaranya, Abdullah bin Muhammad. Dan ia tetap member kepercayaan kepada Abu
Muslim al-Khurasani untuk menjadi panglima.
Abu Muslim al- Khurasani segera mulai gerakannya. Dengan pandainya,
ia memanfaatkan pertentangan antara suku arab Qaisy dan suku arab Yamani yang
sudah berlangsung sejak zaman khalifah Hisyam bin Abdul Malik. Pada masa itu
orang-orang Yaman mendapat kedudukan yang baik di Khurasan.Hal ini disebabkan
Gubernur Yaman berasal dari Arab Yaman yaitu, As’ad al-Qasri.Sementara itu
orang Qaisy disisihkan dari pemerintahan sehingga mereka tidak menyukai orang
Yaman. Dan sebaliknya ketika gubernur Khurasan dijabat oleh orang-orang arab
Qaisy ,maka orang-orang Yaman disingkirkan.
Pada waktu itu Abu Muslim al-Khurasan memulai pergerakannya,
Gubernur Khurasan dijabat oleh Nasr bin Sayyar bersal dari suku arab Qaisy.
Dengan siasat adu domba, gubernur Nasr-bin Sayyarberhasil dikalahkan. Dengan
bantuan orang-orang Yaman pula, Abu Muslim berhasil menduduki kota Merv dan Nisabur.
Sementara itu,tentara Bani Abbasiyah yang dipimpin seorang jendral
yang bernama Kahtaba maju disebelah Barat dan didampingi oleh Khalid bin
Bermak, mereka menyebrangi sungai Eufrat dan sampai di medan Karbala.
Pertempuran dahsyatnya pun berkobar.Gubernur pertempuran. Komando diambil alih
oleh Hasan bin Kahbata. Tentara Dinasti Abbasiyah akhrnya berhasil menguasai
kufah.
Di bagian Timur, tentara Abbasiyah terus bergerak maju. Pada tahun
749 M,putra khalifah Marwan dikalahkan Abu Ayyun. Khalifah Marwan II akhirnya
memimpin langsung usaha terakhir untuk mempertahankan dinastinya.Ia menyerahkan
120.000 tentaranya dan menyeberangi Sungai Tigris serta maju menuju ke Zab Hulu
atau Zab Besar. Tentara Dinasti Umayyah berhasil dikalahkan.Marwan diburu dari
satu tempat ke tempat lainnya.dan Akhirnya Ia ditemukan di Mesir dan dibunuh di
sana. Abu Abbas as-Saffah kemudian dibaiat sebagai khalifah di Masjid Kuffah
pada tahun 750 M. Terbunuhnya kholifah terakhir dinasti Umayyah ini menandai
era baru dalam sejarah perjalanan pemerintahan islam dengan perpindahan
kekuasaan dari Dinasti Umayyah ke Dinasti Abbasiyyah[1].
B. Mendeskripsikan perkembangan
kebudayaan/peradaban pada Dinasti Abbasiyah.
Pada masa Dinasti Abbasiyah lebih mementingkan pembinaan kebudayaan
dan ilmu pengetahuan daripada perluasan wilayah. Dengan meluasnya islam pada
zaman Daulah Abbasiyyah mengakibatkan timbulnya bermacam-macam corak kebudayaan
yang berasal dari beberapa bangsa. Hal ini disebabkan:
a)
Terjadinya
asimilasi antara warga Negara dari berbagai unsur bangsa yang majemuk (plural).
b)
Pergaulan yang
intim& perkawinan campuran antar berbagai unsur bangsa yang berbeda.
c)
Berbagai bangsa
memeluk agama islam.
d)
Meningkatkan
kemajuan yang menumbuhkan ilmu pengetahuan luas.
Pada masa itu, Bagdad dan Andalusia menjadi pusat peradaban dan
ilmu pengetahuan. Bangsa-bangsa non Arab yang telah masuk dalam wilayah islam menggunakan
bahasa Arab dan adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari.
Peradaban islam bahkan juga berpengaruh atas bangsa-bangsa di luar
kekuasaan islam, lebih lanjut lagi beberapa bangsa yang teradabkan itu banyak
yang sudah lupa akan bahasa dan kebudayaan mereka sendiri.
Pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid dan al-Ma’mun , peradaban islam
mencapai masa keemasan. Kota Bagdhad menjadi kota internasional serta pusat
ilmu pengetahuan.
Perkembangan kebudayaan Dinasti Abbasiyyah juga ditunjukkan oleh
peninggalan-peninggalan bersejarah yang menunjukan betapa tingginya umat islam
pada saat itu,seperti istana,msjid dan bangunan lainnya. Kemajuan kebudayaan
yang pernah dicapai oleh pemerintahan islam pada masa Dinasti Abbasiyyah tidak
ada tandingannya di kala itu. Pada masa itu kemajuan peradaban dan kebudayaan
mencapai masa keemasan,kejayaan,dan kegemilangan. Masa keemasan ini mencapai
puncaknya terutama pada masa kekuasaan Bani Abbas periode pertama.
C. Mengidentifikasi
tokoh ilmuwan muslim dan perannya dalam kemajuan kebudayaan/peradaban islam
pada masa Dinasti Abbasiyyah.
Umar Khayam adalah seorang penyair besar yang lahir di
Naisabur,Khurasan. Ia merupakan seorang ilmuan di bidang Matematika,astronomi
dan filsafat,. Sebagai seorang sastrawan, Umar Khayam termasyhur dengan
rubai’at-nya Rubai’at adalah sajak yang terdiri dari dua baris. Sebagai seorang
sufi Umar Khayam banyak memberikan kritikan dan koreksi terhadap para ilmuan
dalam syair-syair Rubai’atnya.
Ilmuan lainnya adalah Az-Zamakhhasyari, salah satu pakar ilmu
bahasa dan kesusastraan Arab. Karyanya antara lain tentang Nahwu, Balagha,dan
Arud. Beberapa karya tulisnya adalah Asas al-Balagha(asa balago),Al-Mufradwa
al-Mu’allaf fi an-Nahwi(Satu Kesatuan Sifat Dalam Ilmu Tata Bahasa) dan
Al-Mustaqim fi amsal al-Arab(Peribahasa dalam Bahasa Arab)
Ibnu sina(Aviciena) ,bernama lengkap Abu Ali Husain Ibn Abdillah
Ibn Sina. Ia lahir pada tahun 980 M di Asfshana,suatu tempat di Bukhara. Di
Bukhara ia belajar filsafat kedokteran
dan ilmu-ilmu agam lainnya. Jadi kemampuannya dalam bidang filsafat dan
kedokteran tidak perlu diragukan lagi karena
kedua-duanya sama kuatnya. Dalam bidang kedokteran Ia mempersembahkan Al
Qanun fit-Thibb-nya,dimana ilmu kedokteran modern mendapat pelajaran,sebab
kaitab ini selain lengkap disusun secara sistematis. Di bidang filsafat, Ibnu
Sina dianggap sebagai imam para filosof
di masanya. Karya Ibnu Sina yang ternama dalam filsafat adalah
As-Shifa,An-Najat dan Al Isyarat. Waktunya dihabiskan untuk urusan Negara dan
menulis,sehingga ia mempunyai sakit maag yang tidak bias diobati. Di usia 58
tahun(428 H/1037)Ibnu Sina meninggal dikuburkan di Hamazan.
Al kindi adalah filusuf besar pertama islam. Ia lahir pada tahun
801 M. pada masa Kholifah Dinasti Abbasiyyah, ia diangkat menjadi guru dan
tabib kerajaan. Ia lahir di Kuffah dan nama lengkapnya Abu Yusuf Ya’kub bin
Ishaq bin Sabah bin Imran bin Ismail bin Muhammad bin al-Asy’adi bin Qais al
kindi. Karya-karya al-Kindi berjumlah lebih 270 buah.Karya tersebut tersebut
kebanyakan risalah-risalah pendek.
Al farabi lahir di Farab pada tahun 870 M dan wafat di
Aleppo(Syuriah) pada tahun 950 M. nama lengkapnya Abu Nasr Muhammad bin
Muhammad bin Tarkhan bul Uzlag al-Farabi. Dua karya termashur adalah al-Jam’u
Baina Ra’yi al Hakimaini(mempertemukan dua pendapat Filsuf,Ploato, dan
Aristoteles) dan Uyun al-Masail (Pokok-Pokok Persoalan)
Ar –Razi adalah seorang dokter dan filsuf besar pada zamannya. Ia
lahir di Ray pada tahun 865 M dan wafat pada tahun 932 M. karya tulisnya yang
terbesar adalah al-Hawi, sebuah ensiklopedi Kedokteran yang berjumlah 20 jilid,
dan buku karyanya yang lain adalah fi al-judari wa al-Hasbat buku ini membahas
penyakit campak dan cacar yang diterjemahkan dalam bahasa latin.
Ibnu Maskawih lahir pada tahun 941 M dan meninggal pada tahun
1030M.nama lengkapnya adalah Abu Ali Ahmad bin Muhammad bin Yaqkub bin
Maskawih.ibnu Maskawih terkenal sebagai ahli sejarah dan filsafat. Selain itu
juga seorang moralitas, penyair,serta ahli ilmu kimia. Beberapa karya tulisnya
yang sampai kini ada antara lain:
·
Al-Fauz al
Akbar(Kemenangan besar)
·
Al-Fauz al
Asgar(kemenangan kecil)
·
Tajarib
al-Umam(Penagalaman bangsa-bangsa)
·
Uns
al-Farid(kesenangan yang tiada tara)
·
Tartib
aa-sa’adah(Akhlaj dan politik)
·
As-Siyas(aturan
hidup)
·
Jawidan
Khirad(Ungkapan bijak)
·
Tahzib
al-Akhlak(pembinaan akhlaq)
Al ghazali lahir di kota Gazala nama lengkapnya Abu Hamid Muhammad
bin Muhammad at-Tusi al-Gazali. Ia lahir pada tahun 1058 M dan meninggal pada
tahun 1111 M. al- Gazali adalah seorang pemikir ,teolog,filsuf,dan sufi
termashur yang terkenal sepanjang sejarah islam. Di antara bukunya yang
terkenal adalah:
·
Maqasid
al-Falasifah(tujuan para filsuf)
·
Tahafut
al-Falasifah(kekacauan para Fiulsuf)
·
Ihya’
Ulumuddin(menghidupkan Ilmu-Ilmu Agama)
·
Al-munqis min
ad-Dalal(penyelamat kesehatan)
Jabir bin Hayyan dikenal sebagai seorang ahli kimia islam yang
termasyhur. Ia lahir di Tus pada tahun 721 M dan meninggal pada tahun 851 M di Kuffah.
Selain ilmu kimia ,Jabir bin Hayyan juga menulis tentang
logika,matematika,kedikteran,dan fisika. Karyanya hampir 80 buah dan banyak
diterjemahkan kedalam bahasa latin. Di antara karyanya adalah At-Tajmi dan
az-Zi big asy-Syarqiy[2].
D. Mengambil
Ibrah dari perkembangan kebudayaan/peradaban islam pada masa ini dan yang akan
datang.
Mengamati sejarah umat islam masa lalu yang tidak menguntungkan,
sudah saatnya kita segera menyikapi dan menentukan sikap untuk mempersiapkan
generasi masa depan yang lebih baik. Kalau tidak segera diambil langkah-langkah
kongkret sistematik dan istiqomah, maka besar kemungkinan generasi depan akan
lebih parah tragisnya apabila mereka kehilangan peradaban islam, baik secara
fisik maupun maknanya.
E. Meneladaniketekunan dan kegigihan Bani
Abbasiyah
Hal yang tidak ternilai
harganya yang dapat diambil dari sejarah perkembangan islam pada masa
bani Abbasiyyah, antara lain sebagai berikut:
Ø Harus menjadi contoh bagi umat islam guna dijadikan cermin untuk
meraih kemajuan islam pada masa yang akan datang.
Ø Memberi motifasi kepada kaum muslimin pada masa lampau umat islam
pernah merebut keunggulan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan,yang sekarang
harus di rebut kembali
Ø Menyadarkan umat islam dari ketertinggalannya dan mencari penyebab
kehilangan mutiara yang hilang itu (kemajuan ilmu pengetahuan)
BAB III
Penutup
A. Kesimpulan
Kekhalifaan Dinasti Abbasiyah merupakan
kelanjutan dari Dinasti Umayyah, di mana pendirinya Abu Abbas al-Saffah bin
Muhammad al-Abbasi. Kekuasaanya menggantikan dinasti umayyah dimulai dari
persiapan yang matang oleh keturunan Abbas.
Pada masa Dinasti Abbasiyah lebih mementingkan pembinaan kebudayaan
dan ilmu pengetahuan daripada perluasan wilayah. Dengan meluasnya islam pada
zaman Daulah Abbasiyyah mengakibatkan timbulnya bermacam-macam corak kebudayaan
yang berasal dari beberapa bangsa
Ilmuan lainnya adalah Az-Zamakhhasyari, salah satu pakar ilmu
bahasa dan kesusastraan Arab. Ibnu sina(Aviciena) ,bernama lengkap Abu Ali
Husain Ibn Abdillah Ibn Sina. Ia lahir pada tahun 980 M di Asfshana,suatu
tempat di Bukhara. Al kindi adalah filusuf besar pertama islam. Ia lahir pada tahun
801 M. pada masa Kholifah Dinasti Abbasiyyah. Gazali
adalah seorang pemikir ,teolog,filsuf,dan sufi termashur yang terkenal
sepanjang sejarah islam. Ar –Razi adalah seorang dokter dan filsuf besar pada
zamannya dan masih bayak lagi.
Kalau tidak segera diambil langkah-langkah
kongkret sistematik dan istiqomah, maka besar kemungkinan generasi depan akan
lebih parah tragisnya
apabila mereka kehilangan peradaban islam.
itu (kemajuan ilmu pengetahuan)
Harus menjadi contoh bagi umat islam guna dijadikan cermin untuk meraih
kemajuan islam pada masa yang akan datang. Memberi motifasi kepada kaum
muslimin pada masa lampau umat islam pernah merebut keunggulan dalam berbagai
bidang ilmu pengetahuan,yang sekarang harus di rebut kembali. Menyadarkan umat islam dari ketertinggalannya dan mencari penyebab
kehilangan mutiara yang hilang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar